Aku tidak pernah menyangka bahwa seseorang yang pernah menjadi alasan semangatku setiap hari akan berubah menjadi kenangan yang hanya bisa kuingat dalam diam.
Semuanya bermula dengan sederhana. Kami saling mengenal, saling bercerita, lalu perlahan menjadi dekat. Hari-hari yang biasanya terasa biasa aja berubah menjadi lebih berwarna. Setiap pagi ada pesan yang kutunggu, setiap malam ada cerita yang ingin kubagikan. Kehadirannya membuat banyak hal terasa lebih mudah dijalani. Saat masih bersamanya, aku memiliki alasan untuk tersenyum bahkan ketika hari terasa melelahkan. Tugas kampus, masalah sehari-hari, dan berbagai kesulitan terasa lebih ringan karena aku tau ada seseorang yang selalu mendukungku. Dia bukan hanya seseorang yang kusayang, tetapi juga tempatku berbagi cerita dan keluh kesah.
Namun, tidak semua cerita berjalan sesuai harapan. Seiring berjalannya waktu, hubungan kami mulai berubah. Percakapan yang dulu panjang menjadi singkat. Perhatian yang dulu terasa hangat perlahan memudar. Kami berusaha mempertahankan apa yang ada, tetapi terkadang usaha saja tidak cukup untuk melawan keadaan. Hingga akhirnya, pada bulan Januari, saat libur semester berlangsung, perjalanan kami mencapai akhirnya. Tidak ada pertengkaran besar, tidak ada drama yang berlebihan. Hanya sebuah kenyataan bahwa kami tidak bisa lagi berjalan bersama seperti sebelumnya.
Setelah perpisahan itu, banyak hal berubah. Aku tetap menjalani hari-hari seperti biasa, tetap pergi ke kampus, tetap bertemu teman-teman, tetap menyelesaikan tugas. Namun, ada sesuatu yang berbeda dalam diriku. Semangat yang dulu selalu ada perlahan menghilang. Aku masih bisa tersenyum, tetapi tidak secerah dulu. Aku masih bisa tertawa, tetapi ada bagian dalam diriku yang terasa kosong. Sering kali aku mengenang masa-masa saat kami masih bersama. Mengenang percakapan sederhana, candaan kecil, dan berbagai momen yang dulu terasa biasa tetapi kini menjadi sangat berharga. Aku menyadari bahwa kehilangan bukan hanya tentang berpisah dengan seseorang, tetapi juga tentang kehilangan kebiasaan, dan perasaan nyaman yang pernah ada.
Meski begitu, waktu terus berjalan. Aku belajar bahwa tidak semua orang yang datang dalam hidup kita akan tinggal selamanya. Ada yang hadir untuk memberikan kebahagiaan, ada yang hadir untuk mengajarkan pelajaran berharga. Dan meskipun kisah kami berakhir di Januari, aku tetap bersyukur pernah mengenalnya. Kini aku masih berusaha menemukan kembali semangat yang sempat hilang. Mungkin tidak akan sama seperti dulu ketika dia masih ada, tetapi aku percaya suatu hari nanti aku akan kembali menemukan alasan untuk tersenyum dan melangkah dengan penuh semangat.
Untuk mu, orang yang pernah selalu ada dalam doa ku. Jaga diri baik baik yh, capai semua mimpi dan keinginanmu. Aku disini selalu ingin melihatmu bahagia meskipun tidak lagi bersamaku.

Tidak ada komentar
Posting Komentar